Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Finansial
Finansial

OJK Kukuhkan 500 Pelajar Sekolah Rakyat Jadi Duta Literasi Keuangan

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 27 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Literasi keuangan dan digital OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 bertema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi”.
Literasi keuangan dan digital OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 bertema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi”. Foto: Istimewa

MataBank.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan dan kecakapan digital generasi muda melalui program OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 bertema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi”. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi keuangan sekaligus mendukung momentum Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kemajuan teknologi digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menciptakan peluang ekonomi. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan pemahaman terhadap risiko di ruang digital.

“Ini adalah juga bentuk pelindungan OJK pada masyarakat. Memberikan edukasi, literasi. Supaya adik-adik tidak terkena scam penipuan. Ini banyak sekali korban scam ke anakanak muda,” kata Friderica.

Menurutnya, OJK Digiclass di Sekolah Rakyat turut mendukung program pemerintah dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pelajaran di sekolah, tetapi juga membekali pelajar dengan pengetahuan keuangan yang penting bagi masa depan.

“Jadi kelas ini spesial. Tidak cuma belajar tentang keuangan. Tapi mengajarkan juga bagaimana kalian paham digital literacy dan financial literacy. Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi suatu pengetahuan yang sangat dahsyat. Pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat untuk masa depan kalian,” kata Friderica.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Pusat Handoko Agung Saputro menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dan kecakapan literasi digital untuk membuka kesempatan yang setara bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

Handoko juga mengapresiasi penyelenggaraan OJK Digiclass di Sekolah Rakyat yang dinilai mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat.

“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK yang ternyata sangat concern bukan saja dalam hal bidang ekonomi nasional tetapi untuk mendukung dan melaksanakan visi misi Presiden dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa lewat Sekolah Rakyat,” katanya.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Fifi Aleyda Yahya turut mengingatkan para pelajar agar mencermati perkembangan informasi digital dan menggunakannya secara kritis, termasuk ketika memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Tapi adik-adik yang saya kasihi, Artificial Intelligence itu hanya alat bantu, bukan pengganti otak kita, bukan pengganti nurani kita, bukan pengganti insting kita sebagai manusia seutuhnya,” katanya.

Literasi keuangan pelajar masih perlu diperkuat

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen.

Di sisi lain, indeks inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76 persen. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman keuangan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memahami serta menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar Sekolah Rakyat yang hadir dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan. Langkah ini ditujukan untuk memperluas jangkauan edukasi melalui keterlibatan aktif generasi muda, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Perkuat keterbukaan informasi publik

Selain memperluas edukasi keuangan, OJK menyatakan terus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dari predikat Badan Publik Informatif yang dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut pada 2023–2025, penghargaan Arkaya Wiwarta Prajanugraha pada 2025, serta sertifikasi internasional ISO 22301:2019 untuk layanan informasi publik OJK atau E-PPID pada 2026.

Melalui OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026, OJK mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi keuangan dan meningkatkan kecakapan digital masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan peran OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update