Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Isu Standalone Market MSCI, Pemerintah Ingatkan Investor Saham Soal Risiko Panik

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 16 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Foto: Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian), Dradjad Hari Wibowo saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Foto: Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian), Dradjad Hari Wibowo saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Foto: CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata

MataBank.id – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo mengajak investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tidak panik atas pengumuman MSCI soal potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Menurutnya, setiap investor sebaiknya mengambil keputusan berdasarkan hitungan sendiri, bukan hanya mengikuti penilaian yang belum tentu sepenuhnya benar.

“Saya ingin teman-teman di dalam negeri itu resilien, ngitung sendiri,” kata Dradjad di kantornya , Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Panik Bisa Merugikan Tabungan Sendiri

Dradjad mengingatkan, bereaksi tanpa perhitungan atas pengumuman MSCI justru berisiko menggerus uang investor sendiri, karena dana yang ditanam di emiten pasar modal Indonesia adalah dana pribadi. “Karena yang rugi kita sendiri nanti. Kan yang investasi, teman-teman kan menyimpan duitnya di pasar modal. Tabungan buat nanti beli rumah, tabungan buat nanti biaya anak sekolah dan sebagainya. Nah kalau gampang panik akan rugi,” tegas Dradjad.

Hasil Kajian Deutsche Börse Jadi Pembanding

Untuk menguatkan pandangannya, Dradjad merujuk kajian Deutsche Börse yang menyimpulkan bahwa rekomendasi saham MSCI tidak sepenuhnya tepat di bursa Jerman. “Ya saham-saham yang direkomendasi MSCI, malah negatif. Artinya apa? Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor. Mungkin ada yang bilang, nah itu kan Jerman,” tegas Dradjad.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update