Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun hingga September 2026, Serap 41.632 Tenaga Kerja

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 30 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Para ASN Provinsi Riau di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (2/1/2023).
Para ASN Provinsi Riau di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (2/1/2023). Foto: dok. Pemprov Riau

MataBank.id - Realisasi investasi Provinsi Riau mencapai Rp47,91 triliun sepanjang Januari–September 2026. Capaian tersebut setara 66,09% dari target investasi tahun ini sebesar Rp72,5 triliun dan menyerap 41.632 tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,70 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,21 triliun.

Kepala DPMPTSP Provinsi Riau Vera mengatakan, khusus pada Triwulan III 2026 atau periode Juli–September, investasi yang terealisasi mencapai Rp14,83 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp12,54 triliun dan PMA Rp2,29 triliun, dengan penyerapan 16.197 tenaga kerja Indonesia.

Dumai menjadi daerah dengan investasi terbesar pada Triwulan III

Berdasarkan lokasi proyek, Kota Dumai menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar pada Triwulan III 2026, yakni Rp2,76 triliun. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bengkalis sebesar Rp2,41 triliun dan Kabupaten Kampar Rp2,12 triliun.

Selanjutnya, Kota Pekanbaru mencatatkan investasi Rp1,93 triliun, disusul Kabupaten Siak sebesar Rp1,84 triliun.

“Sementara itu, lima negara asal investasi asing terbesar meliputi Singapura, Malaysia, British Virgin Islands, Hong Kong RRT, dan Bermuda,” kata Vera, Selasa (27/10/2026).

Dari sisi sektor usaha, kehutanan menjadi penyumbang investasi terbesar pada periode tersebut dengan nilai Rp5,86 triliun. Berikutnya, industri makanan mencatatkan investasi Rp2,24 triliun, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp1,48 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp1,33 triliun, serta transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp1,32 triliun.

Riau peringkat kedua investasi di Sumatera

Secara nasional, Riau menempati peringkat ke-12 untuk realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA pada Triwulan III 2026. Provinsi ini berada di peringkat ketujuh untuk realisasi PMDN dan peringkat ke-15 untuk PMA.

Sementara di tingkat Sumatera, Riau menempati posisi kedua dalam realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA.

Jika dilihat secara kumulatif sepanjang Januari–September 2026, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar, yakni Rp9,28 triliun atau 19,37% dari total investasi Riau. Berikutnya, Kota Dumai mencatatkan Rp8,34 triliun atau 17,40%, Kabupaten Kampar Rp7,41 triliun atau 15,47%, Kabupaten Bengkalis Rp5,19 triliun atau 10,84%, serta Kabupaten Pelalawan Rp5,15 triliun atau 10,75%.

Adapun lima sektor usaha dengan realisasi investasi terbesar secara kumulatif meliputi kehutanan; transportasi, pergudangan dan telekomunikasi; industri makanan; tanaman pangan, perkebunan dan peternakan; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

DPMPTSP perkuat koordinasi untuk mengejar target investasi

Vera mengatakan, DPMPTSP Provinsi Riau telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Koordinasi juga dilakukan bersama DPMPTSP kabupaten/kota untuk mengoptimalkan realisasi investasi hingga akhir tahun.

Upaya tersebut mencakup identifikasi perusahaan, pendampingan perbaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), serta konfirmasi terhadap rencana realisasi investasi pada Triwulan IV 2026.

“Kami berharap langkah-langkah ini dapat mendorong peningkatan realisasi investasi pada Triwulan IV, sekaligus memperkuat akurasi dan kualitas pelaporan investasi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan media diperlukan untuk menyampaikan informasi secara berimbang. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengetahui capaian investasi, tetapi juga memahami upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi investasi Riau.

Riau perluas promosi investasi melalui Riau Expo 2026

Selain memperkuat koordinasi dan pelaporan investasi, Pemerintah Provinsi Riau berupaya memperluas promosi serta membuka peluang investasi baru melalui penyelenggaraan IMT-GT Trade Fair & Investment – Riau Expo 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi dan proyek investasi unggulan Riau kepada calon investor, terutama dari negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Melalui promosi peluang investasi dan fasilitasi business matching, pemerintah berupaya mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor potensial. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang berlanjut menjadi komitmen investasi hingga realisasi dan memberikan manfaat bagi daerah.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update