Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Kejar Target Rp110 Triliun

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 24 Oct 2026 👁️ 11x dibaca
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Kejar Target Rp110 Triliun
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Kejar Target Rp110 Triliun Foto: Istimewa

MataBank.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan realisasi investasi di wilayahnya mencapai Rp110 triliun hingga akhir 2026. Hingga triwulan III 2026, investasi Jawa Tengah tercatat sekitar Rp72,54 triliun atau masih membutuhkan tambahan sekitar Rp37,46 triliun untuk mencapai target tersebut.

Optimisme itu disampaikan Luthfi dalam Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026). Ia menyebut rencana masuknya perusahaan asal Vietnam menjadi salah satu peluang untuk mendorong investasi pada sisa tahun ini.

“Sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp110 triliun,” kata Luthfi.

Berdasarkan data yang disampaikan, nilai investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp59,94 triliun pada akhir semester I, sebelum mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026.

Luthfi menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menarik investor domestik maupun asing. Upaya itu dilakukan melalui forum bisnis dan investasi, kerja sama antardaerah, serta kemitraan sister province dan sister city dengan sejumlah negara.

Forum Investasi dan Kawasan Industri Jadi Andalan

Menurut Luthfi, forum bisnis dan investasi berperan mempertemukan pelaku usaha, pengelola kawasan industri, dan pemerintah untuk membuka peluang penanaman modal.

“Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF), yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun,” jelas Luthfi.

Selain menggelar forum investasi, pemerintah provinsi juga mendorong kepala daerah untuk berperan aktif mempromosikan potensi wilayah serta menyiapkan infrastruktur pendukung bagi investor.

Jawa Tengah saat ini memiliki sekitar tujuh kawasan industri yang tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Pemerintah juga tengah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru di berbagai daerah untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Luthfi menilai pengembangan kawasan industri menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong aktivitas ekonomi dan memperluas peluang investasi di daerah.

“Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80%, atau di atas rata-rata nasional,” ujar dia.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap pengembangan kawasan industri, penyelenggaraan forum bisnis, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat menjaga daya tarik daerah bagi investor dalam negeri maupun luar negeri.

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Investasi

Dalam rangkaian acara tersebut, Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari detikcom dalam kategori Figur Akselerator Kemajuan untuk bidang Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional.

Luthfi menyebut penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Pemberian penghargaan itu berlangsung di tengah Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026, yang mempertemukan berbagai pihak untuk membahas peluang dan pengembangan investasi di wilayah tersebut.

TNI dan Polri Dukung Iklim Investasi Kondusif

Dukungan terhadap iklim investasi juga disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Sudaryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan. Keduanya menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

Keamanan serta kepastian hukum dinilai menjadi faktor penting bagi investor dalam mempertimbangkan penanaman modal. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan pengelola kawasan industri diharapkan dapat mendukung keberlanjutan investasi di Jawa Tengah.

Dengan realisasi investasi sekitar Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026, pemerintah provinsi kini berupaya mengoptimalkan peluang yang tersisa untuk mengejar target Rp110 triliun hingga akhir tahun.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update