Investasi Asing Taiwan Tembus Rp345,8 Triliun dalam Sembilan Bulan
MataBank.id - Taiwan mencatat rencana investasi dari 27 perusahaan dengan nilai sekitar NT$666 miliar atau setara Rp366,5 triliun. Dari jumlah tersebut, 13 perusahaan telah menandatangani surat pernyataan minat atau letter of intent (LOI), menurut Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan (MOEA).
Pengumuman tersebut disampaikan dalam Taiwan Business Alliance Conference 2026 yang digelar Selasa (20/10). Selain memperkuat investasi di sektor teknologi tinggi, rencana penanaman modal itu mencakup berbagai bidang, mulai dari material maju dan solusi kecerdasan buatan (AI) hingga daur ulang dan jasa konsumen.
Menteri Urusan Ekonomi Taiwan Kung Ming-hsin (龔明鑫) mengatakan investasi asing dan dari Tionghoa perantauan yang disetujui selama sembilan bulan pertama tahun ini mencapai US$19,23 miliar atau sekitar Rp345,8 triliun. Nilainya diperkirakan menembus US$20 miliar hingga akhir tahun.
Dalam forum bertema “AI Taiwan, Connecting the World” tersebut, Kung menyebut investasi asing menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Taiwan. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan melampaui 11 persen, sementara sejumlah lembaga riset bahkan memproyeksikan angka di atas 12 persen.
Nilai investasi yang tercatat dalam forum itu meningkat 315,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 13 LOI yang ditandatangani memiliki nilai sekitar NT$62,1 miliar, naik 28,5 persen dari NT$48,3 miliar yang tercatat melalui 11 LOI pada tahun lalu.
Kung menjelaskan, 11 perusahaan untuk pertama kalinya menandatangani LOI. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang peralatan semikonduktor, material maju, solusi AI, daur ulang, dan jasa konsumen.
Sejumlah perusahaan teknologi global juga mengumumkan rencana pengembangan bisnis di Taiwan. BASF akan memperluas pabriknya di Guanyin, Taoyuan, sedangkan Qnity berencana membangun pabrik baru yang diperkirakan membuka sekitar 200 lapangan kerja.
Di bidang pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, Canon akan mendirikan pusat pelatihan semikonduktor. Lam Research melanjutkan ekspansi kapasitas risetnya, sementara Taboola berencana memperbesar pusat riset di Taipei.
Perusahaan Jepang TAZMO juga akan membangun pusat demonstrasi teknologi pengemasan canggih sekaligus fasilitas pelatihan talenta. Selain itu, sejumlah perusahaan asal Jepang dan Korea Selatan berencana mendirikan pabrik baru di Taiwan.
Ekspansi juga menyasar sektor jasa konsumen. Peritel perlengkapan ibu dan bayi asal Jepang, Nishimatsuya, yang mulai beroperasi di Taiwan tahun ini, berencana memperluas jaringan menjadi 50 toko. Rencana tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 500 lapangan kerja.
Kung membandingkan perkembangan investasi asing di Taiwan pada beberapa periode pemerintahan. Menurutnya, rata-rata investasi asing mencapai sekitar US$5 miliar per tahun pada era pemerintahan Ma Ying-jeou (馬英九), kemudian meningkat menjadi sekitar US$10 miliar per tahun pada era Tsai Ing-wen (蔡英文). Perkembangan tersebut, kata dia, mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap Taiwan.
Selain agenda investasi, konferensi tersebut turut menandai peluncuran nota kesepahaman (MOU) kerja sama industri bisbol dengan klub Major League Baseball (MLB), Houston Astros. Acara itu disaksikan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dan dihadiri pemilik klub, Jim Crane.
Penandatanganan tersebut menjadi yang pertama kalinya bagi sebuah klub MLB dalam menjalin MOU di Taiwan.
