Fintech Atome Gunakan Riwayat Transaksi untuk Menilai Calon Peminjam
MataBank.id - Perusahaan teknologi finansial (fintech) Atome Philippines memanfaatkan data alternatif, termasuk riwayat transaksi dan pola pendapatan, untuk menilai calon peminjam yang tidak memiliki dokumen pendapatan konvensional. Strategi ini menjadi bagian dari ekspansi bisnis perusahaan dari layanan pembayaran cicilan ke produk pinjaman dan asuransi guna memperluas akses keuangan bagi masyarakat Filipina yang belum terlayani secara optimal.
Presiden sekaligus Manajer Umum Atome Filipina, Chris Quiros, mengatakan perusahaan menggunakan data aktivitas keuangan sehari-hari untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan calon nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran.
“Kami mengambil pendekatan yang berbeda: Bagaimana jika kami menggunakan data alternatif yang sudah ada di ponsel Anda, misalnya, pengemudi Grab dengan penghasilan mingguan yang konsisten, penjual TikTok Shop dengan penjualan bulanan yang teratur, atau pemilik warung makan yang pengumpulan QR-nya stabil setiap hari bersama dengan informasi pekerjaan lainnya untuk penilaian penjaminan yang lebih holistik?” kata Quiros, dikutip dari Insurance Asia, Senin, 26 Oktober 2026.
Melalui pendekatan tersebut, Atome menilai pemohon berdasarkan catatan transaksi, pola pendapatan, dan perilaku pembayaran. Data ini digunakan untuk membantu mengevaluasi calon nasabah yang tidak memiliki slip gaji, catatan pajak, atau riwayat kredit formal.
Bagi pemohon yang disetujui, perusahaan memberikan batas pengeluaran awal dalam jumlah kecil. Batas tersebut dipantau dan disesuaikan secara bertahap berdasarkan pendapatan serta konsistensi pembayaran nasabah.
“Bagi mereka yang disetujui, kami memberikan mereka batas pengeluaran mikro, yang dipantau dengan cermat dan terus disesuaikan berdasarkan pendapatan dan perilaku pembayaran,” kata Quiros.
Atome menyebut sekitar 80 persen pemegang kartunya di Filipina menggunakan produk kartu pertama mereka. Sementara itu, 65 persen pemegang kartu perusahaan merupakan perempuan.
Produk Atome PayLater Anywhere dapat digunakan melalui jaringan Mastercard. Nasabah dapat melunasi saldo secara penuh atau memilih pembayaran dengan skema cicilan.
Atome Perluas Layanan ke Asuransi
Selain memperluas akses kredit, Atome juga mengembangkan bisnis asuransi melalui Atome Card Shield. Produk yang dikembangkan bersama Chubb Limited ini menawarkan perlindungan untuk belanja daring dan kecelakaan pribadi, dengan premi tahunan yang dibayarkan secara bulanan.
Quiros menilai akses terhadap asuransi masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum memiliki hubungan perbankan formal. Faktor biaya, kerumitan proses, dan keterbatasan informasi dapat menghambat masyarakat untuk memperoleh perlindungan finansial.
“Bagi masyarakat Filipina biasa yang tidak memiliki hubungan perbankan formal, asuransi secara tradisional sulit dijangkau—baik karena biaya, kerumitan, atau sekadar tidak tahu harus mulai dari mana,” ujar Quiros.
Perusahaan berencana mengevaluasi kinerja Atome Card Shield melalui sejumlah indikator, termasuk jumlah pendaftaran, perpanjangan polis, frekuensi klaim, serta waktu penyelesaian klaim.
Quiros menambahkan, pengembangan produk asuransi berikutnya akan mempertimbangkan kesenjangan perlindungan di setiap pasar. Dengan demikian, penawaran produk tidak sekadar diseragamkan di seluruh negara tempat perusahaan beroperasi.
Inklusi Keuangan Filipina Masih Menghadapi Tantangan
Ekspansi Atome berlangsung di tengah tantangan inklusi keuangan di Filipina. Bank sentral Filipina mencatat kepemilikan rekening keuangan di kalangan penduduk dewasa turun menjadi 50 persen pada 2025, dari 56 persen pada 2021.
Di sektor asuransi, Komisi Asuransi Filipina mencatat tingkat penetrasi meningkat menjadi 1,78 persen pada 2025, dibandingkan 1,67 persen pada 2024. Data tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perlindungan finansial.
Atome melihat peluang pertumbuhan melalui pengembangan layanan kartu, pinjaman, tabungan, dan asuransi. Strategi ini diarahkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang belum terlayani oleh sistem keuangan formal.
“Kami melihat peluang signifikan untuk memperdalam adopsi produk di seluruh layanan kartu, pinjaman, tabungan, dan asuransi, serta inklusi keuangan secara keseluruhan bagi masyarakat Filipina pada umumnya,” kata Quiros.
