Ekonomi Syariah Sumbang Rp1.524 Triliun, BI Dorong BPS Rilis Data PDB Syariah
MataBank.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) agar segera merilis laporan Produk Domestik Bruto (PDB) syariah. Laporan ini dibutuhkan untuk memastikan seberapa besar sumbangan ekonomi syariah bagi perekonomian nasional.
Desakan itu muncul setelah kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB nasional pada kuartal IV/2025 dilaporkan mencapai 24,8 persen, atau setara Rp1.524 triliun. Menurut Destry, angka tersebut perlu dikonfirmasi dan dirilis BPS selaku lembaga yang berwenang menerbitkan statistik ekonomi nasional.
“BPS harus segera menerbitkan PDB syariah, karena tadi juga ada (laporan) bahwa peran ekonomi syariah 24,9 persen dari PDB. Nah ini kan kita perlu konfirmasi, karena di Indonesia lembaga yang mengeluarkan data itu BPS,” kata Destry dalam agenda Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Data PDB Syariah untuk Arah Kebijakan yang Lebih Fokus
Destry menilai data PDB syariah yang terukur dan terkonfirmasi akan membantu pemerintah serta para pemangku kepentingan menentukan arah pengembangan ekonomi syariah dengan lebih terfokus. Data itu juga dinilai penting untuk memperkuat rantai nilai halal (halal value chain).
BI menyatakan siap bekerja sama dengan BPS dan lembaga terkait agar laporan tersebut bisa terealisasi.
“Kita bikin bersama-sama BPS sebagai lead-nya, dari kami (BI) kami siap untuk men-support dan tentu juga dengan lembaga-lembaga lain yang terkait. Jadi agar juga pengembangan syariah ini juga bisa lebih terfokus dan sehingga halal value chain kita juga bisa terbentuk,” jelasnya.
Industri Halal Disebut sebagai Motor Ekonomi
Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo menyampaikan bahwa industri halal kini menjadi penggerak perekonomian nasional. Buktinya, rantai halal menyumbang 24,8 persen dari total PDB nasional.
“Industri halal sudah menjadi motor dari perekonomian. Rantai nilai halal menyumbang hampir 25 peraen dari PDB atau sekitar Rp1.524 triliun pada Q4 2025,” kata Drajad dalam kesempatan yang sama.
Capaian tersebut ditopang ekspor produk halal yang tumbuh 23 persen pada 2025 dengan nilai 63,4 miliar dolar AS.
Ekosistem Halal Semakin Kuat
Ekosistem sektor halal juga dinilai kian kokoh. Tercatat 4,4 juta sertifikat halal telah diterbitkan untuk 14,6 juta produk. Selain itu, 39 negara mitra Indonesia telah melakukan mutual recognition atau pengakuan sertifikasi, dan terdapat 4 kawasan industri halal di dalam negeri.
