Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Investasi
Investasi

Danantara Gelar DTIIF 2026 pada 26-28 Oktober di Jakarta, Hadirkan Dua Peraih Nobel Ekonomi

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 23 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
konferensi pers terkait Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Senin (19/10/2026)
konferensi pers terkait Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Senin (19/10/2026) Foto: Dokumentasi Danantara

MataBank.id - Danantara Indonesia akan menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26-28 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan investor, ilmuwan, dan pemimpin perusahaan teknologi global dengan peluang investasi dan industrialisasi di Indonesia, dengan fokus pada enam sektor strategis.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menyebut forum ini bagian dari upaya membangun ekosistem industri berbasis teknologi yang ditopang investasi jangka panjang. Ia menyampaikannya dalam konferensi pers, Senin (19/10/2026).

“Kini kita ingin bangun talenta dan industrinya, dan inilah yang kami tawarkan kepada investor melalui peta jalan yang akan kami jabarkan bersama,” ujar Sigit dalam konferensi pers, Senin (19/10/2026).

Menurut Sigit, Indonesia punya modal berupa sumber daya mineral yang melimpah, pasar domestik besar, dan akses ke pasar Asia Tenggara. Agar potensi itu optimal, pengembangan talenta dan industri perlu berjalan beriringan.

Enam Sektor yang Ditawarkan

Jajaran direksi Danantara akan memaparkan portofolio dan peluang investasi di enam sektor:

  • Energi
  • Pertanian, pangan, dan kesehatan
  • Material maju dan semikonduktor
  • Transportasi dan infrastruktur
  • Keuangan dan perbankan
  • Kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, dan telekomunikasi

Pembahasan diarahkan untuk mempercepat penerapan teknologi dan inovasi demi industrialisasi nasional.

“Pembahasan nantinya diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam mendukung industrialisasi nasional,” katanya.

Ukuran Keberhasilan: Hasil Setelah Forum

Sigit menegaskan tindak lanjut forum akan difokuskan pada realisasi kemitraan dan proyek investasi, sehingga capaian DTIIF dinilai dari hasil konkret setelah acara berakhir.

“Keberhasilan DTIIF yang sesungguhnya diukur dari apa yang terbangun setelah forum berakhir. Setiap kemitraan, MoU, dan pipeline proyek dari forum ini akan terus ditindaklanjuti, sehingga komitmen yang tercapai dapat menghasilkan proyek berdampak nyata,” lanjut Sigit.

Dua Peraih Nobel Ekonomi dan Pakar Riset

DTIIF 2026 dijadwalkan menghadirkan Peter Howitt, peraih Nobel Ekonomi 2025 dan Profesor Emeritus Brown University, AS. Penelitiannya mengkaji hubungan inovasi teknologi, produktivitas, dan pertumbuhan jangka panjang. Ia dikenal lewat gagasan creative destruction, yakni proses ketika teknologi dan model bisnis baru menggantikan pendekatan lama.

Pembicara lain adalah Thomas J. Sargent, peraih Nobel Ekonomi 2011 dan Profesor Ekonomi New York University, yang meneliti makroekonomi, termasuk keterkaitan ekspektasi pelaku ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, serta kinerja ekonomi.

Dari lembaga riset dan industri energi, hadir Kikuo Kishimoto (Direktur Technology and Innovation Strategy Center NEDO sekaligus Profesor Emeritus Institute of Science Tokyo), Gerhard Salge (Global Chief Technology Officer Hitachi Energy), dan César A. Hidalgo (Direktur Center for Collective Learning Toulouse School of Economics, dikenal lewat kajian economic complexity). Mereka akan membahas penerapan hasil riset ke skala industri.

Perusahaan Teknologi Global dan Pelaku Nasional

Dari sektor teknologi, hadir Harsh Dhand (Director of AI and Research Partnerships Google APAC) dan Jasmine Begum (General Manager Government Affairs and Public Policy Microsoft ASEAN). Dari dalam negeri, ada Nanang Hendarno (Presiden Direktur Telkom Indonesia) dan Oki Muraza (Wakil Presiden Direktur sekaligus Deputy CEO Pertamina).

Perusahaan global seperti Arm, Airbus, IBM, Thales, dan AWS ikut berpartisipasi, bersama BUMN dan pelaku usaha nasional seperti PAL, Len, GoTo, dan Kadin Indonesia. Danantara berharap kehadiran mereka membuka peluang kolaborasi, sehingga terbentuk kemitraan dan proyek investasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat industri berbasis teknologi di Indonesia.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update