Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › News
News

BNI Jember Salurkan KUR Rp200 Juta untuk Perkuat Usaha Sapu Ijuk Ken Dedes

✍️ Muhammad Iqbal 🕒 27 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Pembiayaan KUR sebesar Rp200 juta dari BNI Jember dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan lokasi usaha dan memperkuat kapasitas bisnis Ken Dedes.
Pembiayaan KUR sebesar Rp200 juta dari BNI Jember dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan lokasi usaha dan memperkuat kapasitas bisnis Ken Dedes. Foto: Generated by AI

MATABANK.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menjalankan fungsi intermediasi perbankan melalui penyaluran pembiayaan kepada sektor usaha produktif, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Melalui Kantor Cabang Jember, BNI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp200 juta kepada usaha sapu ijuk Ken Dedes milik Karyati yang berlokasi di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan lokasi usaha serta memperkuat kapasitas bisnis yang telah dijalankan Karyati bersama suaminya.

Ken Dedes bergerak di bidang produksi sapu ijuk dan perlengkapan rumah tangga dengan jaringan pelanggan yang mencakup perkantoran, instansi, pedagang keliling, serta masyarakat umum.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penyaluran KUR merupakan salah satu upaya perseroan dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM yang memiliki kegiatan usaha produktif dan prospek pengembangan.

"BNI Jember terus berupaya hadir lebih dekat dengan pelaku usaha melalui pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnisnya. Melalui KUR BNI, kami ingin membantu usaha-usaha produktif yang telah memiliki pasar dan prospek agar dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan," kata Okki.

Saat ini, Ken Dedes mempekerjakan lima tenaga kerja dalam kegiatan produksi. Usaha tersebut juga memiliki fasilitas berupa mesin pembuatan sapu, gudang, dan sarana penyimpanan untuk menunjang operasional.

Dari sisi rantai pasok, bahan baku dan komponen produksi diperoleh dari sejumlah daerah, antara lain Bondowoso, Lumajang, dan Puger, Jember.

Menurut Okki, aktivitas UMKM yang terhubung dengan berbagai pelaku ekonomi dapat menciptakan manfaat yang lebih luas ketika kapasitas usahanya meningkat.

Meski demikian, BNI memastikan ekspansi pembiayaan tetap dilakukan secara terukur dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap prosedur, dan kesesuaian penggunaan dana.

BNI juga mendorong pengembangan UMKM melalui pendampingan, digitalisasi, serta perluasan akses pasar sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Dengan pendekatan tersebut, BNI berharap penyaluran KUR dapat memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

MI
Rino Arfian
Rino ArfianEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update