Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Finansial
Finansial

Bitmine Kuasai 4,9% Pasokan Ethereum, Total Aset Kripto Capai US$15,1 Miliar

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 21 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Bitmine Kuasai 4,9% Pasokan Ethereum, Total Aset Kripto Capai US$15,1 Miliar
Bitmine Kuasai 4,9% Pasokan Ethereum, Total Aset Kripto Capai US$15,1 Miliar Foto: Istimewa

MataBank.id - Bitmine Immersion Technologies, Inc. (NYSE: BMNR) melaporkan total kepemilikan aset kripto, kas, sekuritas yang dapat diperdagangkan, dan investasi moonshots mencapai US$15,1 miliar per 18 Oktober 2026. Perusahaan tersebut memiliki 6.041.481 Ethereum (ETH), setara dengan sekitar 4,9% dari total pasokan Ethereum global yang mencapai 122,1 juta ETH.

Selain Ethereum, portofolio Bitmine mencakup 215 Bitcoin (BTC), investasi saham senilai US$180 juta di Beast Industries, kepemilikan saham Eightco Holdings (NASDAQ: ORBS) senilai US$74 juta, serta kas dan sekuritas yang dapat diperdagangkan sebesar US$582 juta.

Ketua Dewan Bitmine, Thomas "Tom" Lee, menyatakan perusahaan terus memperkuat posisinya dalam menghadapi potensi pertumbuhan pasar kripto. Menurutnya, penurunan harga aset digital di tengah fundamental industri yang tetap kuat dapat membuka peluang investasi dengan potensi imbal hasil yang menarik dibandingkan risikonya.

"Kami meyakini Bitmine berada dalam posisi yang kuat untuk mengungguli pasar bullish kripto yang kami perkirakan akan datang. Selama setahun terakhir, perusahaan telah memperkuat posisi kompetitifnya di tengah crypto winter (pasar bearish)," lanjut Lee.

Bitmine Tambah Kepemilikan Ethereum Secara Konsisten

Bitmine melanjutkan strategi akumulasi Ethereum yang dimulai pada 30 Juni 2025. Dalam sepekan terakhir, perusahaan menambah kepemilikan sebanyak 12.535 ETH sebagai bagian dari strategi treasury aset digital jangka panjang.

"Dalam sepekan terakhir, kami mengakuisisi 12.535 ETH. Rekam jejak Bitmine dalam membeli aset kripto secara konsisten tidak tertandingi oleh perusahaan publik mana pun di dunia. Bitmine telah membeli ETH setiap minggu sejak mulai menerapkan Strategi Treasury ETH pada 30 Juni 2025," ujar Lee.

Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepemilikan Ethereum hingga mencapai 5% dari total pasokan yang beredar. Perusahaan menyebut target tersebut sebagai Alchemy of 5% dan mengklaim telah mencapai sekitar 99% dari sasaran itu hanya dalam 15 bulan.

Besarnya kepemilikan Ethereum juga menempatkan Bitmine sebagai perusahaan dengan cadangan ETH terbesar di dunia. Sementara dalam kategori cadangan aset kripto secara keseluruhan, perusahaan menyebut posisinya berada di urutan kedua setelah Strategy Inc., yang dilaporkan memiliki 848.250 BTC senilai sekitar US$74 miliar.

Lebih dari 5 Juta ETH Telah Ditempatkan dalam Staking

Selain mengakumulasi aset digital, Bitmine mengembangkan bisnis staking melalui MAVAN (Made in America VAlidator Network). Platform yang diluncurkan pada awal 2026 tersebut awalnya dibangun untuk mendukung pengelolaan treasury Ethereum perusahaan, sebelum diperluas untuk melayani investor institusional, kustodian, dan mitra ekosistem.

Per 18 Oktober 2026, Bitmine melaporkan sebanyak 5.067.309 ETH telah ditempatkan dalam staking. Dengan harga ETH sebesar US$2.365, nilai aset yang di-staking tersebut mencapai sekitar US$12 miliar.

Lee memperkirakan potensi pendapatan tahunan dari staking dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah Ethereum yang digunakan dalam aktivitas tersebut.

"Dalam skala penuh (dengan asumsi seluruh ETH Bitmine telah ditempatkan dalam staking melalui MAVAN dan mitra staking-nya), imbalan staking ETH diproyeksikan mencapai $369 juta per tahun (berdasarkan imbal hasil BMNR 7 hari sebesar 2,58%). Sebagai perbandingan, pendapatan staking tahunan mencapai $309 juta dari 5,1 juta ETH yang saat ini ditempatkan dalam staking (84% dari total 6,04 juta ETH yang dimiliki Bitmine)," lanjut Lee.

Proyeksi tersebut bergantung pada tingkat imbal hasil staking dan jumlah ETH yang benar-benar ditempatkan dalam staking. Karena itu, nilai pendapatan aktual dapat berubah mengikuti kondisi jaringan Ethereum dan perkembangan pasar.

Tom Lee Soroti Tekanan Pasar dan Peluang Investasi Kripto

Dalam keterangannya, Lee menilai melemahnya minat investor terhadap aset berisiko dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik. Faktor tersebut meliputi kekhawatiran mengenai pendanaan kecerdasan buatan (AI) dan keamanan model AI, meningkatnya aktivitas perang AS-Iran, ketidakpastian menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat, serta kenaikan imbal hasil obligasi global.

Menurut Lee, kondisi tersebut turut memicu aksi jual saham perusahaan AI, termasuk sektor semikonduktor dan memori. Tekanan kemudian meluas ke pasar saham Korea Selatan dan Taiwan yang memiliki eksposur besar terhadap industri tersebut.

"Minat investor untuk mengambil risiko tampak lesu dalam beberapa pekan terakhir yang dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor yang mengkhawatirkan, yaitu pendanaan AI dan keamanan model AI; meningkatnya aktivitas perang AS-Iran; kekhawatiran menjelang pemilihan paruh waktu AS; serta tren kenaikan imbal hasil obligasi di seluruh dunia. Situasi ini memicu aksi jual saham AI, termasuk saham semikonduktor dan memori, yang kemudian menyebabkan aksi jual saham di pasar Korea dan Taiwan, yang sebagian besar didominasi oleh saham semikonduktor dan memori," ujar Thomas "Tom" Lee, Ketua Dewan Bitmine.

Lee juga menjelaskan bahwa investor dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Taiwan memiliki peran dalam pasar kripto. Ketika investor di kawasan tersebut mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, dampaknya dapat merembet ke harga aset digital.

"Aset kripto banyak dimiliki oleh investor di AS, Korea, dan Taiwan. Jadi wajar saja, ketika para investor di kawasan tersebut main aman dalam risiko investasi mereka, dampaknya turut merembet ke pasar kripto. Melihat riwayatnya, ketika fundamental industri tetap kuat dan kokoh di tengah penurunan harga, kondisi seperti ini justru menjadi peluang yang menarik jika mempertimbangkan potensi keuntungan dibandingkan risikonya. Mengingat kripto berpotensi diuntungkan oleh modernisasi infrastruktur sistem keuangan global dan perkembangan AI agentik, kami yakin potensi besar tersebut akan kembali terbukti," lanjut Lee.

Bitmine Andalkan Dukungan Investor Institusional

Strategi akumulasi Ethereum Bitmine memperoleh dukungan dari sejumlah investor institusional dan tokoh investasi. Pihak yang disebut mendukung perusahaan antara lain Cathie Wood dari ARK, MOZAYYX, Founders Fund, Bill Miller III, Pantera, Kraken, DCG, Galaxy Digital, serta investor individu Thomas "Tom" Lee.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar kepemilikan Ethereum dan mencapai target 5% dari total pasokan aset digital tersebut.

Pada 7 Oktober, Bitmine juga menerbitkan pesan terbaru dari ketua dewan berjudul "Tren Bullish Kripto Berlanjut—Siklus Ini Kemungkinan Akan Menjadi yang Terbesar". Materi presentasi tersebut tersedia melalui situs hubungan investor perusahaan.

Di sisi pasar modal, Bitmine tercatat masuk ke dalam indeks saham berkapitalisasi besar Russell 1000 pada 26 Juni 2026. Saham preferen Seri A perusahaan juga diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE) menggunakan simbol BMNP.

Bitmine Perkirakan Perubahan Besar dalam Industri Keuangan

Manajemen Bitmine menilai kebijakan dan inisiatif regulasi di Amerika Serikat, termasuk GENIUS Act dan Project Crypto dari Securities and Exchange Commission (SEC), berpotensi mendorong transformasi industri jasa keuangan pada 2026.

Perusahaan membandingkan potensi perubahan tersebut dengan keputusan Amerika Serikat pada 15 Agustus 1971 untuk mengakhiri sistem Bretton Woods dan melepaskan dolar AS dari standar emas. Menurut manajemen, perubahan tersebut menjadi salah satu katalis modernisasi Wall Street serta perkembangan infrastruktur keuangan dan pembayaran yang digunakan hingga saat ini.

Melalui strategi akumulasi Ethereum, pengembangan layanan staking, dan investasi pada sejumlah perusahaan teknologi, Bitmine berupaya memperkuat posisinya dalam ekosistem aset digital. Meski demikian, prospek pertumbuhan dan pendapatan perusahaan tetap dipengaruhi volatilitas pasar kripto, perubahan regulasi, serta hasil aktual dari aktivitas staking dan investasi.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update