Selasa, 03 Nov 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Finansial
Finansial

Asuransi Energi Offshore Tumbuh, Premi Tugu Insurance Melonjak 75%

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 02 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Asuransi Offshore Tumbuh Positif, Tugu Insurance Perkuat Dukungan bagi Sektor Energi
Asuransi Offshore Tumbuh Positif, Tugu Insurance Perkuat Dukungan bagi Sektor Energi Foto: Istimewa

MataBank.id - Prospek bisnis asuransi energi di Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap positif seiring meningkatnya aktivitas sektor minyak dan gas bumi (migas). Kondisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan premi asuransi umum nasional, terutama pada lini asuransi energi offshore.

Kebutuhan perlindungan terhadap aset di sektor energi lepas pantai turut meningkat sejalan dengan perkembangan proyek-proyek strategis. Kompleksitas operasional serta besarnya nilai investasi membuat perlindungan asuransi menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan risiko industri migas.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi energi offshore mencapai Rp932 miliar pada semester I-2026. Nilai tersebut tumbuh 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan industri tersebut, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan kinerja lebih tinggi pada lini bisnis asuransi energi offshore. Hingga Juni 2026, perusahaan membukukan pertumbuhan premi bruto sebesar 75% secara tahunan.

Corporate Secretary Tugu Insurance, Dudi Subekti, mengatakan peningkatan aktivitas hulu migas akan berpengaruh terhadap kebutuhan perlindungan asuransi.

“Sektor hulu migas memiliki karakteristik investasi bernilai besar dengan proses operasional yang kompleks serta risiko keselamatan dan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, perlindungan asuransi menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko industri tersebut, mulai dari potensi kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, hingga risiko dampak lingkungan,” ujar Dudi.

Pengalaman di Industri Energi Jadi Modal Bisnis

Sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero), Tugu Insurance menilai sektor energi masih berpotensi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis perusahaan.

Pengalaman dalam menangani risiko berskala besar di sektor migas, marine hull, hingga penerbangan atau aviation juga menjadi modal perusahaan dalam mengembangkan bisnis asuransi energi.

“Kami memiliki rekam jejak yang kuat di lini bisnis ini, serta fokus pada pengelolaan risiko komersial, kebakaran, dan industri energi. Hal tersebut menjadi keunggulan kami dalam mendukung kebutuhan proteksi sektor energi nasional,” ujar Dudi.

Pertumbuhan premi asuransi energi offshore tersebut sejalan dengan kinerja keuangan Tugu Insurance pada semester I-2026 secara konsolidasi.

Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp480,29 miliar. Angka ini meningkat 76,87% dibandingkan Rp271,55 miliar pada semester I-2025.

Pendapatan Jasa Asuransi Naik 16,31%

Seiring penerapan PSAK 117, Tugu Insurance membukukan Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp4,45 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut tumbuh 16,31% dibandingkan Rp3,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Hasil Jasa Asuransi tercatat sebesar Rp602,95 miliar, meningkat 85,56% dari Rp324,94 miliar pada semester I-2025.

Dudi menyatakan perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kesinambungan bisnis, memenuhi tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan, serta mendorong terciptanya nilai jangka panjang melalui pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan” tutup Dudi.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update