Selasa, 03 Nov 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Fintech
Fintech

AFPI: Outstanding Pinjol Rp106,94 Triliun Tak Otomatis Cerminkan Generasi Sandwich

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah di Jakarta, 27 Agustus 2025.
Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah di Jakarta, 27 Agustus 2025. Foto: TEMPO/Ilona

MataBank.id - Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menyatakan besarnya outstanding pinjaman daring tidak dapat langsung dikaitkan dengan kondisi seseorang yang termasuk dalam kelompok sandwich generation.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding industri pinjaman daring mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026. Berdasarkan jenis kelamin, porsi outstanding pinjaman kepada perempuan tercatat sebesar 54,58 persen dari total pinjaman perorangan.

Menurut Kuseryansyah, kebutuhan pendanaan masyarakat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, kebutuhan rumah tangga, hingga tanggung jawab finansial terhadap anggota keluarga.

“Namun, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengaitkan tren tersebut secara langsung dengan fenomena sandwich generation,” kata Kuseryansyah dalam jawaban tertulis, Senin, 2 November 2026.

Ia mengaku belum memiliki data khusus mengenai jumlah atau karakteristik peminjam perempuan yang termasuk dalam kelompok sandwich generation. Karena itu, ia mengingatkan seluruh peminjam, termasuk mereka yang menanggung kebutuhan finansial lintas generasi dalam keluarga, agar menggunakan pinjaman secara bijak.

Kuseryansyah menyarankan masyarakat mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan, baik untuk mendukung kegiatan produktif maupun sebagai dana talangan ketika menghadapi kondisi darurat.

Sebelum meminjam, calon debitur juga perlu memastikan memiliki sumber pendapatan yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Menurutnya, kedisiplinan membayar pinjaman penting untuk membangun rekam jejak dan kredibilitas peminjam.

Sebaliknya, keterlambatan atau kelalaian dalam memenuhi kewajiban pembayaran dapat berdampak pada penurunan kualitas riwayat kredit peminjam.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update