Sabtu, 31 Okt 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › Finansial
Finansial

AAJI: Nilai Pertanggungan Asuransi di NTT Capai Rp16,3 Triliun, Penetrasi Masih Rendah

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 19 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Kepala Departemen Marketing Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Karin Zulkarnaen saat ditemui media usai acara penyerahan donasi program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT di Jakarta, Senin (19/10/2026)
Kepala Departemen Marketing Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Karin Zulkarnaen saat ditemui media usai acara penyerahan donasi program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT di Jakarta, Senin (19/10/2026) Foto: ANTARA/Fitra Ashari

MataBank.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat nilai pertanggungan perusahaan asuransi yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp16,3 triliun. Meski demikian, penetrasi asuransi jiwa di wilayah tersebut masih terbatas, antara lain terlihat dari belum meratanya jangkauan jaringan distribusi perusahaan asuransi.

Kepala Departemen Marketing AAJI Karin Zulkarnaen mengatakan, nilai pertanggungan tersebut terdiri atas lini bisnis asuransi jiwa sebesar Rp11,8 triliun dan asuransi kesehatan sebesar Rp4,5 triliun. Sementara itu, nilai klaim yang dapat dibayarkan terkait kejadian pada Agustus lalu tercatat sebesar Rp152,2 juta.

“Artinya bahwa jumlah masyarakat yang sudah ter-cover oleh asuransi jiwa itu masih sangat sedikit yang di NTT. Ini yang menjadi perhatian kita semua di AAJI,” ujarnya dalam acara donasi program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT di Jakarta, Senin.

Menurut Karin, keterbatasan jangkauan perusahaan asuransi menjadi salah satu tantangan dalam memperluas penetrasi asuransi di NTT. Karena itu, penguatan edukasi keuangan dan perluasan jaringan distribusi dinilai penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perlindungan finansial.

Dari sekitar 50 perusahaan anggota AAJI, baru 29 perusahaan yang memiliki perwakilan atau jaringan distribusi di NTT. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses terhadap produk asuransi belum merata, terutama di wilayah yang relatif sulit dijangkau oleh jaringan distribusi industri.

AAJI pun mendorong perusahaan anggotanya untuk meningkatkan kegiatan literasi keuangan dan memperluas jaringan distribusi. Upaya tersebut diharapkan menjangkau NTT serta provinsi lain yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan asuransi.

Selain memperluas akses, AAJI menyoroti pentingnya kemudahan proses klaim bagi nasabah yang terdampak bencana. Dalam situasi darurat, nasabah berpotensi kehilangan dokumen penting yang dibutuhkan untuk mengajukan klaim, seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Karin mengatakan, proses klaim khusus disiapkan agar nasabah tidak mengalami kesulitan ketika mengajukan klaim, termasuk terkait persyaratan dokumen asli, sepanjang ketentuan dan prosedur perusahaan memungkinkan.

“Saya mau mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk semua anggota AAJI yang sudah menyiapkan proses klaim khusus dimana perusahaan-perusahaan kota telah memudahkan proses klaim tersebut sehingga yang awalnya mungkin dokumennya diminta dokumen asli Itu kami bisa langsung proses tanpa menggunakan dokumen asli, tentunya polis harus dalam keadaan aktif,” kata Karin.

Ia menegaskan, kemudahan tersebut tetap memperhatikan status polis nasabah yang harus aktif. Kebijakan penanganan klaim juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membantu nasabah yang menghadapi kendala akibat kondisi darurat.

Karin menambahkan, kejadian tersebut menjadi perhatian bagi industri asuransi untuk kembali memperkuat edukasi, khususnya di daerah yang jauh dari kota besar. Perluasan jangkauan distribusi dan program literasi yang lebih aktif diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan asuransi.

AAJI juga akan menggiatkan pemahaman terhadap produk asuransi yang inovatif dan tepat sasaran agar lebih sesuai serta mudah diterima masyarakat di daerah. Langkah ini diharapkan dapat mendukung ketahanan finansial masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam maupun masalah kesehatan.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update