Rabu, 16 Sep 2026 NewsFinansialFintechInvestasiNasabah
Breaking
Beranda › News
News

Kemnaker & BAZNAS Berkolaborasi Siapkan Tenaga Kerja Disabilitas dan Magang Jepang

✍️ Putri Ayuningtyas 🕒 16 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif Foto: mimbarrakyat

Matabank.id - Kesempatan kerja bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas di Indonesia kini semakin terbuka luas. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dengan ketersediaan pasar kerja nasional maupun internasional.

Selain membuka ruang bagi penyandang disabilitas, sinergi ini mencakup program pelatihan vokasi, penempatan tenaga kerja, penyiapan calon peserta magang ke Jepang, hingga optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kementerian. Kesepakatan tersebut dimatangkan dalam audiensi antara jajaran komisioner BAZNAS dan tim teknis Kemnaker di Gedung BAZNAS, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, menegaskan bahwa kemitraan ini difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima zakat (mustahik) sekaligus menciptakan ekosistem kerja yang ramah bagi semua golongan.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Kemnaker untuk mewujudkan pasar kerja yang inklusif sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana sosial keagamaan,” kata Sukro.

Langkah konkret dari sinergi ini difokuskan pada tiga sektor utama: penyediaan akses bagi penyandang disabilitas, pelatihan dan penyiapan tenaga kerja magang luar negeri khususnya ke Jepang, serta penguatan kelembagaan UPZ Kemnaker.

“Sinergi bersama ini akan kita fokuskan untuk memperluas akses kerja bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas, mempersiapkan calon peserta magang ke Jepang, serta mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kemnaker,” ujar Sukro.

Kerja sama ini juga menempatkan dana sosial keagamaan sebagai instrumen yang lebih efektif dalam pengentasan kemiskinan berbasis peningkatan keterampilan kerja. Melalui dukungan BAZNAS pada pelatihan vokasi, calon pekerja diharapkan memiliki daya saing sebelum terjun ke industri.

“Kerja sama dengan BAZNAS kami arahkan agar penyaluran dana zakat memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Sukro.

Kemnaker menekankan bahwa seluruh rangkaian program ini dirancang agar manfaat pembangunan ketenagakerjaan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kemitraan ini, Kemnaker berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, merata, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” kata Sukro.

Sementara itu, pihak BAZNAS menyambut positif langkah tersebut. Pimpinan BAZNAS bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyatakan kesiapan penuh organisasinya dalam mendukung seluruh program Kemnaker, terutama dalam memperluas jangkauan penyaluran zakat kepada mustahik melalui optimalisasi UPZ di kementerian.

Integration antara program pelatihan, pendayagunaan dana zakat, dan penempatan kerja diharapkan mampu membentuk satu ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update